Kumpulan Puisi


Iseng-iseng mengisi waktu senggang dalam lamunan.



Pejuang Palestina

Petang belumpun datang
Namun Dentingan peluru dan Dentuman bom sudah silih berganti menghujam
Rasa sakit itu tak lagi ada, menghilang...
Ia t'lah Teredam oleh rindu syahid yg terpendam
Aku Hanya menunggu sisa waktu
Hingga peluru dan bom mengoyak jasadku
Hingga senyum kematian itu menghampiriku
Hingga tiada lagi..... Aku....
Matiii....
Bukan itu yang ku takuti
Biarkan Aku hidup
Dalam kehidupan lain....
Tanpa kematian.



Butir Dzikir

Senandung syahdu dipagi gulita
Bersamanya butiran zikir mengangkasa
Menembus batas-batas tak terjaga
Doa lirih terucap mengikis dosa-dosa
Tasbih mengalun menenangkan hati yg resah
Tahmid mengalir memuji Sang Maha Gagah
Tahlil menghujamkan iman dihati yg gundah
Takbir mengobarkan semangat jihad dn dakwah
..........
Istighfar......
Menjadi pengiring tangis penyesalan
.........
Aku berada dipenghujung hari......


#apakabar_iman

Gundah, Guru Honorer

Guru...
ia bukan pahlawan perang
yang penuh dengan tanda jasa
ia hanya manusia biasa
yang berperan sebagai penerang
Guru...
namanya tak seharum kesturi
tak seindah mawar dan pelangi
namun ia memiliki cinta yang suci
tuk cerdaskan anak bangsa di negeri ini
Guru...
jangan tanya gajinya berapa
meskipun sebagian guru tlah sejahtera
karena ada sebagian guru pengabdi yang tak dihargai
padahal dahulu para penguasa tlah berjanji
Guru...
mengenang jasanya memang tak ternilai
namun sebagian kerhormatannya telah tergadai
meski diluaran sana ia dihormati
namun sejatinya hak-haknya t'lah banyak dilangkahi
Guru...
jasanya bukan hanya untuk dikenang
namun bantu ia untuk hidup tenang dan senang
karena pengabdiannya pada bangsa ini tak pernah kurang
maka jangan biarkan ia pulang,...
kecuali hatinya tlah riang 
Guru...
kini ia menuntut
karena memang dia layak hidup dengan patut


(Jum'at, 02/11/2018 - 21:23 WIB)
[pabaiq]

Pergi...

di pucuk awan kau menjelma, membiru langit nan bercahaya
ku dengar kidung cinta mengalun indah dalam sahaja
berdesir dalam kolbu kemudian merindu di pelupuk mata
kau hadir kala hari diakhir senja, saat langit t'lah menjingga
kemudian dengan wajah berseri kau pergi, beriring senyum simpul tanda cinta
dikala mentari baru mengawali harinya.....

#abihafiz_4_abangizzan


Gemuruh Rindu

wahai.....Pemilik nyawaku
gemuruh rindu dalam qalbu
lirih tangis nya menghiris
menyesali kemunafikan
dan dosa-dosa yang menggunung
wahai....Pengampun segala dosa
jika sesalku adalah maaf-Mu
ampuni hamba....
dikhilaf dan kesengajaanku dalam berdosa
wahai....Pemilik kesempurnaan cinta
kini kuharapkan cinta-Mu
melalui lantunan cinta di kidung doaku
dan dalam butir-butir cinta air mataku
jika ku harus mati.....
pertemukan aku dengan Mu


H A T I

Hati...
Kaku membeku
Kelam menghitam
Noktah tlah merebah
Menyebar tak sabar
Hati...
Patuh meruntuh
Taat berkarat
Sinarnya sirna
Tak berbekas
Hati...
Merindu malu
Mengemis tangis
Menengadah tabah
Penuh harap
Hati...
Menanti janji
Doa pendosa
Disunyi sepi
Dihening malam
Hati...
Menangis
Di sujud malam
Yang menghiris....


Tersesat

Aku berada di himpitan akhir zaman
Merajut asa dalam riuh bisikan syaiton
Mengibarkan panji kebenaran tanpa tiang dan angin
Berharap bulan menerangi gulita dan esok mentari bersinar sempurna
Lalu...
Bertanya ku pada hati
Yang cahayanya mulai meredup
Dimana imanku berada?
Sepi menjawab.... hening tanpa kata
Hanya tetesan air menyudut di kelopak mata
Aku sudah jauh tersesat
"Astaghfirullohaladziim"

#apakabar_iman

Puisi Cinta

Moga Allah Swt. yang maha mengetahui setiap siratan hati membimbing kita tuk jadi lebih baik. Karena Ridho-Nya.
Duhai Istriku tercinta....
Do'akan selalu aku yang lemah tak berdaya
Do'akan aku dalam setiap waktu yang kau punya
Do'akan aku tuk jadi suami terbaik seperti dalam doa mu
Do'akan aku tuk bisa memberikan nafkah halal untuk mu
Do'akan aku tuk bisa menjadi imam yang baik
Do'akan aku untuk dunia dan akhiratku....
Duhai Istiku tersayang.....
Maafkan aku jika belum bisa seperti yang kau harapkan
Maafkan aku jika terlalu banyak mengecewakan
Maafkan aku jika belum bisa memenuhi segala keinginan
Maafkan aku jika belum bisa menjadi imam dambaan
Tak lama lagi Ramadhan suci kan datang
Hari Fitri kan menjelang dihadapan
Ku ingin saat kau baca surat ini
Semua salahku t'lah kau maafkan
dan s'mua dosa melebur diharibaan-Nya
Berikan cerah hari dengan senyum simpulmu
Berikan sisa waktu dengan kenangan manis bersamamu
Kuingin helaan nafas yang tersisa, bukan mengurai air mata,
Kecuali itu bahagia.
Nanti disisa usiaku bila kusenja, kuingin ada yang bisa kuingat bersamamu.
Tentang hidup....
Tentang Kehidupan....
Tentang masa lalu yang indah menyenangkan
Tentang kita dan ....anak-anak....
Ya....tentang semua kehidupan yang kita jalani bersama.
Doakan aku.....ku ingin disisa hidupku.....
Kau kan slalu berada disampingku
Hingga nanti hingga ruhku berpish dengan raga
Hingga tak ada lagi helaan napas yang tersisa
Hingga kau bisikkan kalimah tahlil di telinga
Hingga ku tutup usia dan pulang keharibaan-Nya
Pesanku hanya satu raih Ridhonya.


Ayah

ayah....
pijakan kakimu tak lagi kuat
gemetar oleh kerentaaan usiamu
kelelahan tergambar jelas 
dalam setiap lipatan keriput kulitmu
waktu telah membuktikan
betapa beban berat itu 
telah sanggup kau pikul
ayah...
maafkan aku

Tunggu Aku

Jalan pulang yg panjang..
Melelahkan...
penuh dengan halang merintang
Hidup memang tak selalu senang
Ada duka yg trus membayang
Namun asa syurga selalu terngiang-ngiang
Membisikkan karang untuk terus berjuang
Azamku di hati yang penuh gersang
Ingin menyiraminya dgn zikir nan tenang
Hingga nanti..., hingga malam penuh gemintang
Bisik hatiku lirih disetiap sujud panjang
"Tunggu aku di jannah-Nya sayang"

#pabaiq

RINDU DALAM KEHENINGAN

Aku menatap dalam keheningan
Hingar bingar tlah menghindar
Rajutan hitam mulai menghiasi awan
Kelam pun jumawa pada malam
Kehebatan mentari seharian tadi tlah tenggelam
Rembulan elok tersamarkan rerintikan hujan
Disini... 
Di dalam relung hatiku
Terasa ada yg hilang
Senyumnya tak lagi kulihat
Gelak tawa riangnya tak lagi kudengar
Ternyata kumerindukannya dalam sepi....
Dalam kelam... 
Dalam keheningan... 
Hingga tak tersadarkan
Aku tlah kehilangannya
Dan aku sedang merindukannya..

#pabaiq




MERINDU

merindu dia....
merindu tiada henti
merajut asa dalam mimpi
berharap Tuhan pertemukan kembali
disatu masa aku dan dia pernah bersama
berbagi tawa dan canda
berbagi cerita-cerita...
cerita kecil penghibur duka
pembungkus rasa-rasa nan lara
pembuat simpul senyum penuh bahagia
kini ku hanya bisa bertitip rindu
pada angin yang mengadu
pada hujan yang merayu
pada doa-doa di setiap shalatku
Tuhan ceritakan cerita cinta dan rinduku padanya
Sampaikan salam yang ku titipkan pada angin, pada hujan, pada doa-doa di setiap shalatku.
Katakan aku mencintainya karena MU.


UNTUKMU "WILDANKU"

Di satu purnama aku pernah berjanji
Bahwa kau kan ku temui nanti
Semampuku kau kan ku cari
Meski jalan berliku, terjal, dan berduri
Dijannah-NYA kau t'lah menanti
Bersama para wildan abadi
Dalam setiap doa kupinta pada Illahi
"Yaa Rabbiii....
Satukan kami kembali 
Seperti Kau t'lah hadirkan ia untukku di bumi"

#pabaiq



AKU RINDU

Dalam kesendirianku 
mengenangmu adalah kebahagianku
meski ada rasa haru yg membiru
meski mataku berkaca-kaca
meski kadang aku menangis
.....
karena aku rindu......



AKHIR YANG SEMPURNA

Ku sapa kau dalam sunyinya hari-hariku
‘Tuk mengobati rasa rindu di dalam kalbuku yang menggebu-gebu
Aku ingin mengimjinasikan wajahmu dalam kemewahan rasaku
Dan Mengharap kau hadir dalam angan yang nyata dipelupuk mataku
Kini kau telah tiada....
Di jemput sang ajal yang datang menyapa
Sejatinya aku bersedih.....namun bahagia
Melihat senyum indah diakhirmu yang sempurna

#pabaiq


DETIK WAKTU

Detik waktu mengajarkanku tentang arti kesabaran
Dari kesanggupannya menemani pergantian masa ke masa di bumi
Detik waktu mengajarkanku tentang arti kerja keras
Dari upayanya menemani menit, jam, hari, dan tahun, ia telah bergerak lebih banyak dari mereka
Detik waktu mengajarkanku tentang arti keberanian
Dari kesetiannya menemani hal terberat, dan ia selalu bisa melewatinya
Detik waktu mengajarkanku tentang istiqomah dalam beramal
Dari setiap gerakannya yang tak pernah mau lebih cepat dari detik lainnya
Detik waktu mengingatkanku tentang detik-detik yang telah terlewati
Bahwa ia akan menjadi hal yang sangat di perhitungkan di akhirat nanti


Puisi by: pabaiq


Kumpulan Puisi Kumpulan Puisi Reviewed by My Profile on 11:30 PM Rating: 5

No comments:

Note: Only a member of this blog may post a comment.

Powered by Blogger.